Ekranisasi Novel Dua Garis Biru ke dalam Film Dua Garis Biru
Keywords:
ekranisasi, novel, filmAbstract
Artikel ini bertujuan mendeskripsikan bentuk ekranisasi novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini ke dalam film Dua Garis Biru karya Gina S. Noer dengan menitikberatkan pada perubahan alur, tokoh, dan latar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca, tonton, dan catat. Sumber data berupa novel Dua Garis Biru terbitan 2019 dan film Dua Garis Biru berdurasi 113 menit. Analisis dilakukan secara komparatif-induktif untuk mengidentifikasi penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekranisasi terutama terjadi pada aspek alur, tokoh, dan latar. Ditemukan 2 data penambahan pada alur, 16 data penciutan pada tokoh, alur, dan latar, serta 8 data perubahan bervariasi pada tokoh, alur, dan latar. Penciutan paling dominan muncul karena keterbatasan durasi film, pertimbangan dramatik, dan penyederhanaan fokus konflik. Meskipun terjadi sejumlah perubahan, tema utama mengenai pergaulan remaja, tanggung jawab, dan konsekuensi sosial dari kehamilan di usia sekolah tetap dipertahankan. Temuan ini menegaskan bahwa ekranisasi bukan sekadar pemindahan medium, melainkan proses kreatif yang menghasilkan karya baru dengan strategi naratif yang disesuaikan dengan tuntutan audiovisual



