Representasi Budaya Buton dalam Film Komang melalui Perspektif Stuart Hall
Keywords:
representasi budaya, film Komang, budaya ButonAbstract
Artikel ini mengkaji representasi budaya Buton dalam film Komang berdasarkan temuan utama tesis “Representasi Budaya Buton dalam Film Komang: Kajian Stuart Hall”. Fokus analisis diarahkan pada tiga hal, yakni bentuk representasi budaya Buton, negosiasi identitas tokoh utama dalam konteks sosial yang dominan, dan peran sumber daya simbolik dalam membentuk makna budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap dialog, adegan, simbol visual, dan unsur audial film. Kerangka analisis mengacu pada teori representasi Stuart Hall, khususnya konsep representasi sebagai konstruksi makna dan model encoding/decoding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Komang merepresentasikan budaya Buton melalui bahasa, nilai kehormatan, solidaritas keluarga, religiusitas, dan simbol-simbol adat yang ditempatkan sebagai landasan moral tokoh. Di saat yang sama, representasi tersebut bersifat selektif dan ideologis karena lebih menonjolkan sisi harmonis, tradisional, dan nostalgik, sementara kompleksitas sosial masyarakat Buton tidak tampil secara utuh. Tokoh utama digambarkan menegosiasikan identitas Buton di tengah budaya Bali yang lebih dominan secara simbolik. Temuan ini menegaskan bahwa film bukan sekadar cermin realitas, melainkan arena diskursif yang memproduksi, menegosiasikan, dan menyebarluaskan makna budaya kepada audiens.



